• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Borek Arisan Online Bantah Ancam Anggotanya Yang Telat Bayar, Diviralkan di Medsos

    REDAKSI
    21 Jun 2022, 20.16 WIB Last Updated 2022-06-21T13:24:16Z
    Devi Puspita.(foto : istimewa)


    Sidoarjo (Wartakotadelta.online) - Borek arisan online, Devi Puspita membantah ancam anggotanya yang telat bayar akan diviralkan di media sosial (medsos), seperti yang dilontarkan oleh salah satu anggotanya, SA alias Wati, di beberapa media beberapa waktu lalu. Ia juga menempis ucapan Wati yang mengatakan adanya potongan 5 juta rupiah, kemudian dipotong lagi sisa arisan berjalan hingga habis, bagi anggota yang menjual arisannya.


    "Tidak benar mas, saya tidak pernah melakukan itu," kata Devi, di Sidoarjo,(21/6).


    Menurut Devi, permasalahan yang sebenarnya terjadi bukanlah terkait dengan persoalan kerugian Wati. Namun justru, Wati selaku anggota arisan online pada waktu itu tidak memiliki itikad baik untuk menunaikan kewajiban sebagai anggota arisan untuk membayar arisan tepat waktu. 


    "Sehingga atas hal tersebut hak anggota arisan yang lain jadi terhambat dan berpotensi tidak terpenuhi," kata Devi.


    Devi menjelaskan, untuk menyelesaikan persoalan pembayaran arisan yang macet tersebut, Wati telah bersepakat dengan Devi untuk mencari solusi terbaik agar kewajiban membayar arisan bisa terpenuhi. Yakni dengan melakukan perubahan - perubahan kesepakatan atau addendum demi kelancaran terpenuhinya hak - hak para peserta anggota arisan lainnya.


    "Sampai saat ini Wati tidak memiliki itikad baik sebagai anggota arisan yang berkewajiban untuk membayar arisan tepat waktu," ungkap Devi.


    Sebagai Borek arisan, Devi sudah berupaya menagih secara patut. Baik secara langsung, via chat whattsapp (WA) maupun telephone ke Wati. Namun sampai saat ini belum ada itikad baik untuk penyelesaiannya. Dan segala bukti bukti mengenai segala proses yang berkaitan dengan arisan, baik kesepakatan bersama mengenai aturan dan sangsi-sangsi dengan para anggota. Dan juga bukti para penerima wisuda atau yang sudah dapat arisan, maupun perubahan kesepakatan individu anggota dengan borek atas kesepakatan bersama.


    "Bukti transfer baik atas nama peserta arisan atau keluarga peserta arisan dan bukti bukti yang lain masih tersimpan dengan baik dan bisa menjadi rujukan bagi siapapun yang membutuhkannya. Khususnya data - data anggota yang tidak memiliki itikad baik, telah dapat arisan namun tidak melakukan pembayaran arisan setelahnya," terangnya.


    "Bukti - bukti tersebut senyatanya dan benar adanya sehingga dapat saya pertanggung jawabkan secara hukum," sambungnya.


    Ia juga menyampaikan, apabila ada anggota arisan yang merasa hak nya dirampas atau dicurangi, yang hal tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan yang di buat besama antara dirinya sebagai borek dengan para anggota arisan, dipersilahkan menyampaikan langsung kepadanya, lantaran pintu rumahnya selalu terbuka. 


    "Agar tidak ada lagi sangkaan yang kemudian liar dan akhirnya menjatuhkan martabat dan harga diri saya dan keluarga," pungkasnya.(red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");