• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Gandeng Netizen, Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

    SJ MEDIA OFFICIAL
    25 Mei 2023, 12.12 WIB Last Updated 2023-05-25T05:12:57Z


     Sidoarjo (Wartakotadelta.Online)

    Maraknya tindak kriminalitas maupun kenakalan remaja dalam penggunaan media sosial, Si Humas Polresta Sidoarjo masifkan edukasi ke masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial.


    Sejumlah pihak pun digandeng Polisi guna mensosialisasikan penggunaan media sosial secara tepat dan tidak mudah menyebar berita bohong atau hoaks. Termasuk berkolaborasi dengan netizen.


    “Kali ini kami menggandeng netizen Sidoarjo, harapannya dapat masif mengedukasi masyarakat untuk bijak bermedia sosial. Nantinya kami juga akan turun ke sekolah-sekolah dan instansi terkait, agar generasi muda kita terselamatkan dari dampak negatif media sosial bila tidak tepat sasaran,” jelas Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono, Kamis (25/5/2023).


    Upaya masif polisi dalam mengedukasi masyarakat bijak bermedia sosial ini, tentu berpijak dari sejumlah kasus kriminalitas yang bermula dari media sosial. Seperti ajakan tawuran, ujaran kebencian, penyebaran berita bohong (hoaks), penipuan, hingga bahaya perkenalan melalui aplikasi jejaring.


    Ia menambahkan, bijak penggunaan media sosial pun sebagai upaya mewujudkan kondusifitas kamtibmas menghadapi tahun politik Pemilu 2024. “Jangan mudah masyarakat terpecah belah karena kepentingan kelompok, jangan mudah terhasut atau terprovokasi akan informasi yang belum tentu benar dan sebagainya,” tambahnya.


    Amel, salah satu netizen Sidoarjo mengaku siap bersinergi dengan pihak kepolisian guna turut menjaga kondusifitas kamtibmas. Gandeng Netizen, Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial


    Maraknya tindak kriminalitas maupun kenakalan remaja dalam penggunaan media sosial, Si Humas Polresta Sidoarjo masifkan edukasi ke masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial.


    Sejumlah pihak pun digandeng Polisi guna mensosialisasikan penggunaan media sosial secara tepat dan tidak mudah menyebar berita bohong atau hoaks. Termasuk berkolaborasi dengan netizen.


    “Kali ini kami menggandeng netizen Sidoarjo, harapannya dapat masif mengedukasi masyarakat untuk bijak bermedia sosial. Nantinya kami juga akan bekerjasama dengan instansi terkait, agar generasi muda kita terselamatkan dari dampak negatif media sosial bila tidak tepat sasaran,” jelas Ps. Kasihumas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono, Kamis (25/5/2023).


    Upaya masif Polisi dalam mengedukasi masyarakat bijak bermedia sosial ini, tentu berpijak dari sejumlah kasus kriminalitas yang bermula dari media sosial. Seperti ajakan tawuran, ujaran kebencian, penyebaran berita bohong (hoaks), penipuan, hingga bahaya perkenalan melalui aplikasi jejaring.


    Ia menambahkan, bijak penggunaan media sosial pun sebagai upaya mewujudkan kondusifitas kamtibmas menghadapi tahun politik Pemilu 2024. “Jangan mudah masyarakat terpecah belah karena kepentingan kelompok, jangan mudah terhasut atau terprovokasi akan informasi yang belum tentu benar dan sebagainya,” tambahnya.


    Amel, salah satu netizen Sidoarjo mengaku siap bersinergi dengan pihak Kepolisian guna turut menjaga kondusifitas kamtibmas. Yakni melalui penggunaan media sosial lebih tepat dan bijak.Jh

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");