• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Ternyata Ini Penyebab Kemacetan Yang Sempat Terjadi di Gerbang Tol Kejapanan, Begini Penjelasan Jasa Marga

    REDAKSI
    17 Okt 2024, 07.54 WIB Last Updated 2024-10-17T01:40:16Z
    Petugas Tol saat meminta pengendara untuk melakukan pembayaran tunai


    Pasuruan - Kemacetan yang terjadi di gerbang tol Kejapanan Gempol, Pasuruan pada Rabu (16/10/2024) kemarin, sempat menarik perhatian. Pasalnya, kemacetan yang diindikasi dari mesin pembayaran yang dikelola PT Jasa Marga ini macet, dan menyebabkan pemakai jalan tol tidak bisa melakukan pembayaran tol secara lancar. 

    Pemakai jalan tol terpaksa harus berlama-lama di gardu tol karena menunggu penjelasan dari petugas tol. Bahkan karena tidak bisa melakukan pembayaran dengan kartu e-tol, pemakai jalan tol diminta membayar dengan menggunakan uang tunai ke petugas jaga di gardu tol tersebut.

    Peristiwa ini dialami Pramono Putra, salah satu pemakai jalan tol warga Sidoarjo-Jawa Timur saat melakukan pembayaran tol di gardu Tol Kejapanan, Gempol, Pasuruan pada Rabu pagi kemarin. Dari pengakuannya, pria yang juga seorang jurnalis sebuah media TV nasional ini terpaksa menunggu di gardu tol akibat mesin pembayaran tol macet. Petugas tol yang berada disekitar gardu yang berusaha membantu proses pembayaran saat penempelan kartu tol tidak bisa berbuat banyak karena memang mesin pembayaran tol yang macet.

    "Petugas tol akhirnya meminta saya untuk melakukan pembayaran dengan uang tunai senilai 22 ribu rupiah ke petugas, sesuai tarip tol Pandaan-Gempol," ujar Pramono.

    Laki-laki yang akrab dipanggil Pram itu melajutkan, seorang petugas wanita yang nenggunakan rompi biru bertulisan Jasa Marga juga hanya menyatakan, mesin pembayaran tol rusak karena panas. Tidak hanya itu, selain menunggu lama di gardu tol, Pram juga sempat malu karena diklakson oleh pemakai jalan tol lain yang antri dibelakangnya.

    “Saya terus terang saja gak enak dengan pemakai jalan tol dibelakang saya, karena dikira saldo kartu tol kita habis. Padahal berhenti bukan karena kehabisan saldo kartu tol, namun karena mesin pembayaran tol yang macet,” ujar Pram.

    Sementara terkait keluhan pemakai jalan tol di gerbang tol Kejapanan Gempol-Pasuruan ini, pihak PT Jasa Marga selaku pengelola jalan tol Surabaya-Gempol menjanjikan akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Melalui informasi Group WhatsApp, Info Media Tol Jatim, Agus Susilo selaku Senior Manager Representative Office 3 dalam keterangan tertulisnya, menjelaskan langkah yang dilakukan jika mesin gardu mengalami kendala.

    “Jika mesin transaksi mengalami kendala, dan untuk menghindari antrian gerbang, petugas diharapkan tanggap melakukan perbaikan serta bila perlu memberlakukan buka tutup gardu hingga gardu dapat berfungsi normal kembali,” ujarnya.

    Untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak berulang, petugas akan melakukan pengecekan secara periodik atas mesin pembaca kartu uang  elektronik di gardu tol.

    PT Jasamarga Transjawa Tol memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan atas kejadian ini. Diimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, pastikan kondisi kendaraan laik jalan, saldo uang elektronik cukup, mengisi daya dan bahan bakar sebelum memulai perjalanan. Selalu berhati-hati dan menaati rambu-rambu lalu lintas.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");