• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Kegiatan Siswa SMAN 1 Porong ke Malang Yang Alami Laka di Tol Pandaan-Malang, Tidak Berizin

    REDAKSI
    2 Feb 2025, 18.09 WIB Last Updated 2025-02-02T11:09:35Z
    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat melayat ke rumah duka Nafiri Arimbi Maharani, 

    Sidoarjo, – Kegiatan siswa SMA Negeri 1 Porong, Sidoarjo, yang berujung kecelakaan di KM 72 Tol Pandaan-Malang ternyata tidak mengantongi izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

    Kecelakaan yang terjadi pada bus yang mengangkut puluhan siswa ini menyebabkan satu siswi beserta supir bus meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Rombongan siswa serta guru pendamping hanya mengantongi izin dari kepala sekolah tanpa sepengetahuan dinas terkait.

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan hal ini saat melayat ke rumah duka Nafiri Arimbi Maharani, siswi yang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut.

    Aries mengatakan, Dinas Pendidikan Jawa Timur semenjak adanya kejadian yang menimpa SMPN 7 Mojokerto, yang menyebabkan korban 4 siswa meninggal dunia, dinas sudah mengintruksikan kepada sekolah untuk lebih berhati-hati memberikan izin kegiatan di luar sekolah.

    "Kepala sekolah sudah menyampaikan kepada saya bahwa kegiatan ini memang sebelumnya belum didapatkan izin karena memang diharapkan saya sudah memberikan instruksi semenjak ada kejadian SMPN 7 mejokerto," tegas Aries Agung Paewai, Minggu (2/2/2025).

    Menurut Aries, dalam kegiatan ini para siswa sudah minta izin kepada kepala sekolah. Namun pihak dinas sudah mengintruksikan kepada seluruh satuan pendidikan yang menjadi kewenangan dinas di provinsi, agar betul-betul hati-hati di dalam memberikan izin kegiatan di luar dari satuan pendidikan atau sekolah.

    "Maka setiap ada kegiatan yang di luar dari kegiatan sekolah, saya minta harus ada izin dari Dinas Pendidikan dan itu berjenjang jadi dari sekolah. Kalau itu memang siswa atau kelas akan melaksanakan kegiatan harus izin ke sekolahnya," terangnya.

    "Sekolahnya harus memberi penyampaian kepada cabang dinas, terus cabang dinas lalu menyampaikan ke dinas pendidikan setelah itu baru keluar rekomendasi dari kami untuk mengizinkan, karena ada SOP nya," sambungnya.

    Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, memberikan santunan kepada keluarga korban. Subandi juga mengimbau agar sekolah-sekolah di Sidoarjo tidak melakukan kegiatan di luar kota demi menghindari kejadian serupa.

    "Terkait kecelakaan ini, kami mengimbau agar sekolah-sekolah di Sidoarjo tidak melakukan perjalanan keluar kota tanpa izin resmi," ujar Subandi.

    Pasca pemakaman, rumah duka Nafiri Arimbi Maharani masih terus didatangi kerabat dan keluarga yang ingin memberikan doa bagi almarhumah.

    Sebelumnya, kecelakaan tragis ini terjadi saat bus Brimob yang membawa 31 siswa kelas XII 7 SMAN 1 Porong menuju Malang untuk pemotretan album kelulusan di Alun-alun Malang dan Kayutangan.

    Bus yang dikemudikan oleh Khoirul (60), seorang pensiunan PNS asal Ngoro, Mojokerto, menabrak besi baja pembatas jalan di Exit Tol Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

    Akibat kecelakaan ini, Khoirul mengalami luka parah di kepala dan meninggal dunia di tempat, sementara Arimbi menjadi salah satu korban meninggal dari rombongan siswa. Jenazah keduanya dievakuasi ke RSSA Malang sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");