• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Ruwatan Desa di Desa Seketi Sukses Digelar, Lestarikan Tradisi Leluhur

    REDAKSI
    24 Feb 2025, 10.56 WIB Last Updated 2025-02-24T03:57:31Z
    Pagelaran wayang kulit semalam suntuk


    Sidoarjo – Tradisi ruwatan desa di Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, sukses digelar pada Minggu (23/2/2025). Acara yang penuh makna ini dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit yang berlangsung sejak siang hari di punden desa, dan dilanjutkan hingga malam hari, yang disaksikan dengan antusias oleh masyarakat setempat.


    Kepala Desa Seketi, Totok Sugiono, menyampaikan bahwa ruwatan desa merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan budaya dan menjaga tradisi leluhur yang telah berlangsung turun-temurun.


    “Ruwatan desa ini merupakan tradisi tahunan yang selalu kita laksanakan bersama-sama. Selain sebagai wujud syukur, ini juga menjadi cara kita menjaga kebersamaan dan warisan budaya leluhur,” ujarnya.


    Menurut Totok, kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur masyarakat terhadap hasil bumi dan kehidupan, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat persatuan antar warga dan mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.


    “Meski sekarang jamannya era digital, namun tradisi budaya tetap kita lestarikan dan kita jaga bersama,” lanjutnya.


    Dengan suksesnya acara ini, masyarakat berharap tradisi ruwatan desa dapat terus dilestarikan, meskipun di tengah arus modernisasi yang semakin berkembang. Mereka juga berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk menjaga warisan budaya yang ada.(redaksi)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");