• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Kepala Desa Wirobiting, Lestarikan Pagelaran Wayang Kulit Melalui Ruwat Desa

    REDAKSI
    6 Mar 2025, 14.20 WIB Last Updated 2025-03-06T07:20:52Z
    Pagelaran wayang kulit beberapa waktu lalu di Desa Wirobiting

    Sidoarjo – Kepala Desa Wirobiting, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Supriadi, menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian budaya. Salah satunya dengan menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk, pada bebepa waktu lalu. Acara ini digelar di balai desa sebagai bagian dari tradisi ruwat desa yang rutin dilaksanakan.


    Menurut Supriadi, ruwat desa merupakan bentuk syukur sekaligus upaya menjaga harmoni masyarakat dengan alam dan leluhur. Oleh karena itu, ia berinisiatif menghadirkan kesenian wayang kulit agar tradisi ini tetap lestari di tengah modernisasi.


    “Kesenian wayang kulit bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya. Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, tetap mengenal dan mencintai budaya warisan leluhur,” ujar Supriadi.


    Pagelaran wayang kulit ini mendapat antusiasme tinggi dari warga setempat. Banyak yang hadir hingga dini hari untuk menyaksikan kisah yang dibawakan oleh dalang ternama. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat kebersamaan di antara warga desa.


    Dengan langkah ini, Supriadi berharap tradisi ruwat desa dan seni wayang kulit tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. “Kami akan terus mendukung dan mengadakan kegiatan budaya seperti ini agar tidak punah,” pungkasnya.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");