Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM) menggeber percepatan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya menjelang arus mudik dan perayaan Hari Raya.
Kepala Dinas PUBM Sidoarjo, M. Mahmud, menyampaikan bahwa mulai pekan ini perbaikan jalan dilaksanakan secara serentak pada 16 ruas jalan yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Sedati, dan Waru.
“Mulai minggu ini, kami menangani 16 ruas jalan secara bersamaan. Pekerjaan dilakukan serentak agar hasilnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, perbaikan jalan juga dilakukan secara simultan melalui skema Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK). Pada tahap berikutnya, Dinas PUBM kembali menargetkan penanganan tambahan pada 15 ruas jalan lainnya, seiring dengan pelaksanaan pekerjaan oleh pemerintah kecamatan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan jalan dapat rampung sebelum Hari Raya. Meski demikian, Dinas PUBM tetap membuka ruang penanganan pada titik-titik kerusakan yang bersifat mendesak, termasuk penambalan jalan jika ditemukan kondisi yang membutuhkan perbaikan segera.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Dinas PUBM melakukan koordinasi intensif dengan para camat dan pemangku kepentingan terkait guna memetakan kewenangan penanganan jalan, baik yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten maupun melalui skema PIWK. Dengan koordinasi tersebut, diharapkan pekerjaan dapat berjalan sinkron dan efektif.
Terkait penanganan Jalan Lingkar Timur, Dinas PUBM juga menyiapkan langkah percepatan dengan dukungan satuan tugas serta koordinasi lintas sektor. Bahkan, opsi penambahan anggaran turut dipertimbangkan guna mempercepat penyelesaian pekerjaan di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Dinas PUBM Sidoarjo juga tengah menyiapkan perencanaan sekitar 25 paket pekerjaan jalan yang ditargetkan rampung pada Maret 2026. Setelah seluruh perencanaan selesai, proses lelang akan dilakukan secara serentak.
“Ke depan, pola perencanaan dan lelang akan kami terapkan untuk perencanaan tahun 2027. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, kami optimistis penanganan jalan dapat dilakukan lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya. Jh


