• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    DON'T MISS
    Loading...

    Latest Post

    Wabup Sidoarjo Dorong “Kampung Lali Gadget” Jadi Solusi Ketergantungan Digital Anak

    SJ MEDIA OFFICIAL
    4 Mei 2026, 20.39 WIB Last Updated 2026-05-04T13:39:14Z


    Sidoarjo – Upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget terus didorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui penguatan kegiatan berbasis alam dan permainan tradisional. Hal itu terlihat dalam kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., ke wahana Outdoor Learning (ODL) di Kampung Lali Gadget, Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Senin (4/5/2026).


    Dalam kunjungan tersebut, Mimik Idayana didampingi jajaran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Camat Wonoayu, serta Forkopimka setempat. Kehadiran rombongan ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap inisiatif masyarakat dalam menciptakan ruang tumbuh kembang anak yang sehat dan positif.


    Mimik Idayana mengapresiasi keberadaan Kampung Lali Gadget yang digagas oleh anak muda setempat. Menurutnya, konsep tersebut mampu menjadi solusi atas maraknya ketergantungan anak terhadap perangkat digital. Ia menilai, tempat ini tidak hanya menjadi ruang bermain, tetapi juga sarana pembelajaran karakter melalui interaksi sosial dan kedekatan dengan alam.


    “Ini contoh nyata bagaimana masyarakat berperan aktif dalam mendukung pendidikan karakter anak. Anak-anak bisa belajar, bermain, dan bersosialisasi tanpa gadget,” ujarnya.


    Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan program serupa di wilayah lain. Ia berharap konsep Kampung Lali Gadget dapat direplikasi di berbagai desa dan kecamatan, sehingga semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya.


    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengembangan sarana dan prasarana pendukung, agar kegiatan outing class atau pembelajaran luar ruang dapat dilakukan di dalam daerah tanpa harus ke luar kota. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.


    Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menyebut keberadaan Kampung Lali Gadget sejalan dengan arah kebijakan pendidikan yang menitikberatkan pada penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak.


    Ia menilai konsep Outdoor Learning seperti ini sangat relevan diterapkan, khususnya untuk jenjang PAUD, TK, hingga sekolah dasar. Menurutnya, pembelajaran kontekstual tidak harus selalu dilakukan di luar sekolah, tetapi juga dapat dikembangkan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.


    Di sisi lain, pendiri Kampung Lali Gadget, Achmad Irfandi, menjelaskan bahwa tempat tersebut lahir dari keresahan terhadap penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak. Ia ingin menghadirkan kembali dunia bermain yang sesungguhnya melalui berbagai permainan tradisional.


    “Di sini anak-anak bisa bermain dakon, egrang, gobak sodor, hingga bakiak panjang. Mereka belajar kebersamaan, kreativitas, dan nilai-nilai kearifan lokal,” ungkapnya.

    Antusiasme anak-anak pun terlihat jelas. Salah satunya Anindiya (5), siswa TK Dharma Wanita Persatuan Wedoro Waru, yang mengaku senang bisa bermain bakiak panjang bersama teman-temannya.


    Melalui pengembangan wahana Outdoor Learning berbasis permainan tradisional ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu membangun karakter, menjaga kesehatan fisik, serta meningkatkan keterampilan sosial di tengah tantangan era digital. Jun

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");