• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Dikbud Sidoarjo Apresiasi Bengkel Jurnalistik Guru yang Diadakan PWI Sidoarjo

    SJ MEDIA OFFICIAL
    31 Agu 2024, 20.06 WIB Last Updated 2024-08-31T13:06:54Z


    SIDOARJO - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidoarjo mengadakan pelatihan jurnalistik bernama "Bengkel Jurnalistik Guru 2024", di gedung SMPN 1 Sidoarjo, Sabtu (31/8/2024).


    Kegiatan yang didukung oleh Pemkab Sidoarjo ini, diikuti 75 guru SMP dan MTs di Kota Delta. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo, Dr Tirto Adi, MPd.

    Ketua PWI Sidoarjo Mustain mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang jurnalistik dan literasi media di lingkungan pendidikan.


    Sekolah seringkali menghadapi tantangan dalam mempromosikan prestasi, program dan keunggulannya kepada publik.


    Guru, khususnya yang bertugas di kehumasan, memiliki peran kunci membangun komunikasi antara sekolah dan masyarakat.


    "Namun peran itu belum maksimal karena kurangnya pemahaman tentang jurnalistik dan teknik komunikasi publik yang efektif," cetus Mustain.


    Sehingga penguasaan ketrampilan jurnalistik, khususnya dalam menulis press release dan mengelola media sosial, menjadi sangat penting. 


    "Karena itu kami menggelar kegiatan ini dengan harapan para guru SMP ini punya ketrampilan menyampaikan informasi tentang prestasi dan kegiatan sekolah lebih profesional dan menarik," tandas wartawan Harian BANGSA ini.


    Dengan begitu, citra positif sekolah bakal meningkat yang dampaknya bisa menarik minat calon siswa dan orang tua, dan bisa memperkuat posisi sekolah dalam ekosistem pendidikan.


    "Ini bagian dari program PWI Sidoarjo tahun 2024. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat dan pengetahuan baru untuk kemajuan pendidikan di Sidoarjo yang kita cintai ini," harap Mustain.


    Bengkel Jurnalistik Guru 2024 ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo, Tirto Adi. 


    Dia mengatakan ini baru kali pertama pesertanya yang langsung melibatkan guru yang bertugas menjadi humas sekolah dan digelar oleh wartawan yang tergabung dalam PWI Sidoarjo. 


    "Ini kesempatan langka, karena narasumbernya adalah ahli dalam jurnalistik. Maka kami berharap peserta bisa memanfaatkan secara maksimal pelatihan ini," cetus Tirto Adi.


    Menurut Tirto, membangun pendidikan yang maju dan berprestasi tidak bisa mengandalkan pemerintah semata. Harus ada kolaborasi. Seperti konsep Pentahelix.


    Konsep Pentahelix ini melibatkan banyak elemen, yaitu akademisi yang bertugas menyiapkan konsep, kajian dan relevansi kurikulum pendidikan. 


    "Kalau kita bisa bekomunikasi baik dengan pengusaha, nanti bisa bantu melalui CSR untuk membangun pendidikan," ujarnya. 


    Selanjutnya adalah menggandeng komunitas, Dikbud Sidoarjo, lanjut Tirto, sudah bekerjasama dengan beberapa komunitas literasi. Diantaranya Kampung Lali Gadget dan Bait Kata.


    Sedangkan pilar keempat adalah pemerintah. Nah pemerintah sangat menyadari mengelola pendidikan di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki penduduk lebih dari 2,5 juta ini, tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah saja.


    "Karena itu berikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan. 

    Sehingga  pihaknya tidak pernah membeda-bedakan antara swasta dan sekolah negeri. "Kami di dinas pendidikan memiliki visi maju bersama dan berkembang bersama," jlentreh Tirto Adi.


    Dan yang tidak kalah penting adalah peran media. Kata Tirto, media massa sebagai sarana komunikasi dan publikasi yang dapat memberikan pengaruh mencerdaskan kehidupan bangsa. 


    Karena itu, pihaknya berharap kerjasama Dikbud dengan PWI Sidoarjo dengan menggelar acara semacam ini, bisa terus berlanjut dengan harapan bisa meningkatkan kompetensi guru dalam hal ilmu jurnalistik.


    Kata Tirto, ke depan pihaknya berharap PWI Sidoarjo bisa menggelar kegiatan serupa dengan peserta guru SD dan MI. "Ini merupakan kolaborasi yang baik antara PWI Sidoarjo dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo," pungkas Tirto.


    Sementara itu, selain materi menulis press release dan teknik fotografi dari pemateri anggota PWI Sidoarjo, peserta juga mendapatkan materi tentang kehumasan dari Erry Farid, pengajar di Pusdiklat Kominfo RI. Jh

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");