![]() |
| Totok Sugono Rohman |
SIDOARJO - Desa Seketi, yang terletak di Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, kini semakin dikenal luas berkat komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Totok Sugono Rohman, berbagai terobosan telah dilakukan demi menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan bebas biaya bagi seluruh warga desa.
Totok mengungkapkan, pengalaman pribadinya menjadi landasan utama dalam menciptakan pelayanan yang lebih baik. "Pelayanan desa harus cepat dan tanpa biaya. Ini komitmen kami untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," ucapnya tegas.
Sebagai bentuk komitmen ini, Totok telah memberikan arahan kepada seluruh perangkat desa untuk bekerja secara cepat dan efisien. Setiap warga yang membutuhkan layanan di balai desa bisa langsung dilayani dengan ramah dan penuh perhatian. Tidak hanya fokus pada efisiensi, pendekatan humanis dengan tiga S – Senyum, Salam, dan Sapa – juga menjadi landasan utama dalam pelayanan sehari-hari.
“Kami ingin warga merasa nyaman dan senang datang ke balai desa, serta merasa dilayani dengan sepenuh hati,” tambahnya.
Selain memberikan pelayanan prima, Desa Seketi juga aktif dalam mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini bertujuan untuk mendukung perekonomian desa dengan mendorong warganya berwirausaha. Menurut Totok, hasil dari program ini sudah mulai terlihat, dengan banyak warga yang kini memiliki usaha kecil seperti berdagang, yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan mereka.
"Alhamdulillah, warga sini sudah banyak yang memulai usaha dagang sendiri," ungkapnya.
Tak berhenti di situ, perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda desa. Pemerintah Desa Seketi aktif memfasilitasi pengembangan bakat pemuda, baik di bidang olahraga maupun seni. Berbagai kegiatan olahraga terus dipromosikan untuk memperkuat kekompakan dan mengembangkan prestasi generasi muda di desa.
Dengan inovasi dan berbagai program pemberdayaan ini, Desa Seketi terus berupaya menjadi desa yang maju, mandiri, dan dikenal sebagai desa percontohan.


