• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Sedekah Bumi Desa Kemangsen: Meriahkan Tradisi dengan Wayang Kulit Ki Dalang Suparno

    REDAKSI
    18 Feb 2025, 08.29 WIB Last Updated 2025-02-18T01:29:31Z


    Sidoarjo – Warga Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, menggelar tradisi Sedekah Bumi dengan penuh khidmat dan kemeriahan pada Sabtu malam (15/2). Acara tahunan ini semakin istimewa dengan pertunjukan wayang kulit oleh Ki Dalang Suparno dari Kedamean, Gresik, yang membawakan lakon "Wisudane Satrio Pringgodani."


    Lakon ini mengisahkan perjalanan hidup Gatotkaca, putra Dewi Arimbi dan Werkudara, yang dikenal sebagai ksatria sakti mandraguna. Namun, kehidupannya tidaklah mudah. Ia harus menghadapi berbagai rintangan dan konspirasi musuh yang berusaha menyingkirkannya. Pesan moral dari kisah ini menekankan bahwa kemarahan dan balas dendam bukanlah jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah.


    Kisah wayang tersebut juga menjadi cerminan perjalanan kepemimpinan Kepala Desa Kemangsen, Abdul Rouf. Dalam wawancara dengan wartawan, Abah Rouf—sapaan akrabnya—mengungkapkan bahwa menjadi pemimpin bukanlah perkara mudah.


    "Kita santai saja, kita sikapi dengan kepala dingin. Meski ada warga yang kurang cocok dengan kita, itu hal yang wajar. Yang penting, kita tetap mengutamakan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Abah Rouf.


    Ia juga menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar acara tahunan, melainkan bagian dari tradisi sakral yang diwariskan oleh para leluhur.


    "Kegiatan ini adalah ruwatan untuk menghormati sesepuh desa yang telah mendahului kita. Selain itu, kami berharap acara ini bisa mempererat tali persaudaraan antarwarga, mulai dari tingkat RT, RW, hingga seluruh elemen masyarakat," tambahnya.


    Abah Rouf berharap, dengan adanya Sedekah Bumi ini, warga Kemangsen semakin guyup rukun, hidup dalam kesejahteraan, ketenteraman, serta kemakmuran.


    Acara ini disambut antusias oleh warga yang hadir, menjadikannya bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum kebersamaan yang mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");