• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Satresnarkoba Polresta Sidoarjo Bongkar Modus Baru, Sabu Disembunyikan dalam Bungkus Permen

    SJ MEDIA OFFICIAL
    6 Mar 2025, 18.04 WIB Last Updated 2025-03-06T11:04:33Z


    Sidoarjo – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Sidoarjo berhasil membongkar modus penyimpanan sabu-sabu (SS) yang disamarkan dalam bungkus permen. Dua pengedar berinisial MFR (19), warga Desa Kemangsen, Balongbendo, dan MD (23), warga Dusun Ngingas Barat, Krian, ditangkap setelah kedapatan menyimpan 15 poket SS seberat 7,59 gram.


    Kasatresnarkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Riki Donaire Piliang, mengungkapkan bahwa kedua tersangka diamankan di sebuah kamar kos di Desa Kemangsen, Balongbendo. Berdasarkan hasil penyidikan, mereka mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial R alias Pak RT dengan sistem ranjau.


    "Mereka mengambil sabu di semak-semak pinggir jalan depan sebuah pabrik di kawasan Prambon, Sidoarjo. Setelah itu, sabu dibawa ke kos untuk dibagi menjadi 15 poket kecil sebelum dijual kembali," ujar Riki, Kamis (6/3/2025).


    Menurut Riki, modus penyimpanan dalam bungkus permen digunakan untuk menghindari kecurigaan petugas. Namun, aksi mereka berhasil terendus polisi sebelum sempat menjual seluruh barang haram tersebut.


    Keuntungan Besar dari Bisnis Gelap


    Dari hasil pemeriksaan, MFR yang bekerja sebagai juru parkir dan MD yang bekerja di pemotongan ayam, mengaku menjual sabu untuk menambah penghasilan. Mereka mendapatkan keuntungan Rp500 ribu per gram sabu yang terjual. Keuntungan tersebut sebagian diberikan dalam bentuk SS lagi, yang kemudian dibagi berdua.


    Selain menyita 15 poket sabu, polisi juga menemukan dua alat isap sabu dari kamar kos tersangka. Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat dengan Undang-Undang Narkotika.


    Polisi masih memburu pemasok utama, R alias Pak RT, yang diduga sebagai jaringan pengedar narkoba di wilayah Sidoarjo. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi jaringan narkoba lainnya bahwa Satresnarkoba Polresta Sidoarjo tidak akan tinggal diam dalam memberantas peredaran barang haram di wilayahnya. 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");