• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Hadapi Musim Penghujan, Pemkab Sidoarjo Kebut Normalisasi Sungai dan Siagakan 34 Pompa Air

    SJ MEDIA OFFICIAL
    20 Okt 2025, 07.34 WIB Last Updated 2025-10-20T00:34:24Z


    Sidoarjo – Menjelang datangnya musim penghujan yang diperkirakan mulai November mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA), Pemkab tengah mempercepat proses normalisasi sungai di sejumlah titik rawan genangan air.


    Kepala Dinas PU BM SDA Sidoarjo, Eko Dwi Saptono, mengatakan saat ini pihaknya fokus melakukan normalisasi Afvoer Kedungpeluk di Kecamatan Candi dengan panjang sekitar 3 kilometer. Hingga pertengahan Oktober ini, sekitar 600 meter sudah rampung dikerjakan.


    > “Semoga dalam satu bulan ke depan saluran Tekukpenjalin di Afvoer Kedungpeluk ini bisa ternormalisasi dengan baik,” ujar Eko Dwi Saptono saat meninjau pengerjaan di lokasi, Minggu (19/10).




    Selain di Candi, pengerjaan normalisasi juga difokuskan di wilayah timur Sidoarjo, meliputi empat titik aliran sungai yang menuju ke wilayah hilir. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi bahkan menghilangkan genangan air di kawasan padat permukiman.


    > “Harapan kami dengan normalisasi ini, genangan air bisa dikurangi, bahkan kalau bisa sudah tidak ada genangan lagi,” tambahnya.




    Tak hanya Pemkab Sidoarjo, Pemprov Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas juga turut ambil bagian. Pemprov Jatim akan menormalisasi sekitar 7 kilometer aliran sungai di wilayah Kedungpeluk hingga ke arah pantai, sementara BBWS Brantas menangani normalisasi di wilayah selatan sepanjang 6 kilometer dan di utara, tepatnya Kecamatan Waru.


    > “Kami fokus di hilir semua, termasuk sungai Mbah Gepuk dari jembatan Kedungpeluk sampai wilayah pantai. Panjangnya sekitar 7 kilometer yang akan ditangani oleh Provinsi Jawa Timur,” jelas Eko.




    Sebagai langkah antisipasi tambahan, Pemkab Sidoarjo juga menyiagakan 34 unit pompa air di berbagai titik strategis, termasuk empat desa di Kecamatan Tanggulangin yang mengalami penurunan tanah. Seluruh pompa tersebut siap dioperasikan sewaktu-waktu bila terjadi genangan.


    > “Pompa kami jumlahnya 34 unit, semuanya sudah siap difungsikan jika terjadi genangan,” tegas Eko.




    Warga pun menyambut baik langkah cepat pemerintah ini. Salah satu warga Perumahan Bumi Cabean Asri mengaku lega setelah mengetahui adanya pengerukan di Sungai Kedungpeluk yang kerap meluber saat hujan deras.


    > “Bagus sekali ada pengerukan sungai ini, soalnya kalau hujan deras air bisa naik sampai 40 cm di perumahan kami,” ujarnya.




    Menurutnya, aliran air dari berbagai wilayah kerap bermuara ke Sungai Kedungpeluk sehingga sering membawa enceng gondok dan sampah yang menyumbat arus. Kondisi itu menyebabkan banjir tak kunjung surut hingga berhari-hari.


    > “Biasanya banjirnya paling awal dan surutnya paling belakangan. Setelah normalisasi ini, harapannya kalau pun banjir masih ada, bisa cepat surut,” ucapnya penuh harap.




    Dengan serangkaian langkah antisipatif tersebut, Pemkab Sidoarjo optimistis wilayahnya dapat lebih siap menghadapi potensi banjir di musim penghujan tahun ini. Jh


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");