• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    DON'T MISS
    Loading...

    Latest Post

    Bupati Sidoarjo Serahkan Bantuan kepada Keluarga Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny: “Mereka Pahlawan Santri Kita”

    WKD
    1 Nov 2025, 21.01 WIB Last Updated 2025-11-02T00:19:10Z
    Subandi mendatangi kediaman enam keluarga korban untuk menyerahkan langsung bantuan santunan dan menyampaikan belasungkawa secara pribadi.


    Sidoarjo — Duka masih menyelimuti keluarga para santri korban musibah reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Pada Sabtu (1/11/2025), Bupati Sidoarjo Subandi mendatangi kediaman enam keluarga korban untuk menyerahkan langsung bantuan santunan dan menyampaikan belasungkawa secara pribadi.

    Bupati hadir bersama perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo, Dinas Sosial, serta para camat dari wilayah asal korban. Dalam suasana haru, rombongan berkeliling ke rumah masing-masing keluarga yang kehilangan anak mereka dalam tragedi memilukan tersebut.

    Enam keluarga penerima bantuan itu yakni keluarga Mohammad Abdul Rohman Nafis asal Sedati, keluarga M. Muhfi Alfian dari Buduran, keluarga Moh. Rizki Maulana Saputra dari Buduran, keluarga Fairuz Shirojuddin dari Tulangan, keluarga Irham Ghifari dari Krian, serta keluarga Moch. Adam Fidiansyah dari Sukodono.

    Subandi menyampaikan rasa duka mendalam dan turut berbelasungkawa atas kepergian para santri yang wafat saat tengah menimba ilmu di pesantren. Ia meyakini, santri yang meninggal dunia saat menimbah ilmu tergolong mati syahid.

    “Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan selalu tabah. Ananda-ananda yang sudah almarhum ini merupakan pahlawan santri kita, mereka berjuang menuntut ilmu di pondok pesantren dan meninggal dalam keadaan syahid,” tutur Subandi dengan suara bergetar.

    Menurutnya, kehadirannya bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk empati dan dukungan moril bagi keluarga korban agar tetap kuat menghadapi cobaan.


    Santunan untuk Keluarga Korban dan Bantuan Rp1 Miliar untuk Pesantren


    Dalam kunjungannya, Subandi menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Baznas menyalurkan santunan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing keluarga korban. Selain itu, Pemkab juga akan memberikan bantuan pembangunan senilai Rp1 miliar kepada Pondok Pesantren Al Khoziny.

    “Insyaallah minggu depan akan disalurkan bantuan pembangunan untuk pondok senilai Rp1 miliar. Ini bentuk tanggung jawab moral kita semua. Kami ingin pondok segera bangkit dan kembali beraktivitas agar anak-anak bisa kembali belajar dengan aman,” jelasnya.

    Subandi menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan, baik kepada pihak pesantren maupun keluarga korban, untuk memastikan semua proses bantuan berjalan dengan baik. 

    “Tentunya hal ini menjadi bentuk support, dukungan, dan kepedulian pemerintah di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.




    Suasana Haru di Rumah Duka


    Salah satu momen paling mengharukan terjadi ketika Bupati Subandi mengunjungi rumah M. Muhfi Alfian, santri asal Buduran yang turut menjadi korban. Di sana, ibu almarhum, Jayanti Mandasari, tak kuasa menahan tangis saat menerima kedatangan rombongan pemerintah daerah.

    Dengan mata sembab, Jayanti menceritakan perubahan positif anaknya sejak mondok di Al Khoziny.

    “Mugi-mugi anak saya husnul khatimah dan bahagia di surga. Sejak mondok, perubahannya bagus sekali. Saya ikhlas, saya ridho, Nak. Sampean dikasih istimewa sama Allah, nggak semua orang meninggal dalam keadaan sujud dan suci,” ucapnya sambil terisak.

    Mendengar ucapan itu, suasana pun menjadi hening. Beberapa warga dan perangkat desa tampak meneteskan air mata. Subandi kemudian menenangkan Jayanti dan memberikan pelukan hangat sebagai bentuk simpati.

    “Panjenengan ibu yang luar biasa. Semoga Allah memberikan ketabahan dan pahala yang besar atas keikhlasan ini,” kata Subandi lembut.


    Pesan untuk Pengurus Pondok dan Warga


    Selain menyerahkan santunan, Bupati juga menyampaikan pesan khusus kepada para pengurus Pondok Pesantren Al Khoziny. Ia berharap agar seluruh kegiatan belajar-mengajar bisa segera pulih, namun tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kelayakan bangunan.

    “Kami akan bantu percepatan pemulihan sarana prasarana di pondok. Anak-anak harus tetap semangat menimba ilmu. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama agar keamanan bangunan ke depan lebih diperhatikan,” tegas Subandi.

    Dalam kesempatan yang sama, ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Termasuk memberikan perlindungan dan membuat masyarakat merasa aman.

    “Setiap kali terjadi musibah, pemerintah tidak boleh abai. Kita harus hadir, tidak hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan nyata. Karena tugas kita adalah memastikan masyarakat merasa dilindungi dan tidak sendirian,” ujarnya.


    Bupati Bagikan Beras kepada Warga Sekitar


    Usai memberikan santunan kepada keluarga korban, Bupati Subandi juga membagikan beras kepada warga sekitar lokasi kejadian sebagai bentuk kepedulian sosial. Menurutnya, aksi itu merupakan bagian dari upaya Pemkab untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang terdampak secara psikologis maupun ekonomi akibat musibah tersebut.

    “Bantuan ini tidak seberapa, tetapi semoga bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Kepedulian dan gotong royong adalah kekuatan utama kita di Sidoarjo,” ungkap Subandi.


    Duka yang Menyatukan


    Tragedi reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, yang terjadi beberapa waktu lalu meninggalkan luka mendalam bagi banyak pihak. Namun di balik duka itu, tampak pula semangat solidaritas yang tumbuh dari berbagai elemen masyarakat pemerintah, lembaga sosial, hingga warga sekitar yang bahu-membahu memberikan dukungan moral dan material.

    Subandi menegaskan, semangat kebersamaan inilah yang harus terus dijaga. Jangan sampai, semangat itu luntur dan hilang karena adanya peristiwa ambruknya musala di ponpes yang telah menelan korban jiwa sebanyak 63 santri meningal dunia, dan juga santri luka ringan maupun luka berat, bahkan hingga harus amputansi.

     “Dari peristiwa ini kita belajar, bahwa dalam duka pun ada kekuatan. Saling membantu, saling menguatkan, dan tidak saling menyalahkan. Itulah ciri masyarakat Sidoarjo yang penuh kepedulian,” tuturnya.

    Ia berharap ke depan, pembangunan dan aktivitas pendidikan di pondok bisa kembali berjalan normal. “Kita ingin semua santri bisa belajar dengan nyaman, dan para guru bisa kembali mengajar tanpa rasa takut. Pemerintah akan memastikan itu,” pungkasnya.(ADV)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");