• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    DON'T MISS
    Loading...

    Latest Post

    Desa Waruberon Raih Penghargaan Tata Kelola Sangat Memadai, Bupati Sidoarjo Apresiasi 10 Desa Terbaik

    WKD
    24 Nov 2025, 15.36 WIB Last Updated 2025-11-24T08:36:27Z
    Kepala Desa Waruberon terima penghargaan dari Bupati Sidoarjo

    Sidoarjo – Desa Waruberon, Kecamatan Balongbendo, menjadi salah satu dari 10 desa terbaik yang meraih predikat sangat memadai dalam penilaian tata kelola desa tahun anggaran 2024. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Desa (Rakorwasdes) 2025 di Pendopo Delta Wibawa, Senin (24/11/2025).


    Predikat ini menjadi capaian penting bagi Desa Waruberon karena menunjukkan kualitas pengelolaan keuangan, aset, hingga administrasi desa yang dianggap berjalan tertib dan sesuai regulasi.


    Dalam arahannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada desa-desa yang telah menunjukkan kinerja tata kelola yang transparan serta akuntabel.


    “Saya minta camat, sekcam, hingga kasi pemerintahan terus melakukan pendampingan intensif. Desa yang masih lemah harus memperbaiki pengelolaan keuangan, aset, dan administrasinya secara menyeluruh,” ujar Subandi.

     

    Ia menambahkan, Rakorwasdes bukan sekadar agenda formal, tetapi langkah konkret memperkuat sistem pemerintahan desa agar lebih bersih dan antikorupsi. Tiga fokus utama pengawasan desa tahun ini adalah penggunaan dana desa tepat sasaran, tata kelola keuangan tertib regulasi, serta program pembangunan yang memberi manfaat nyata bagi warga.


    Dari total 318 desa di Sidoarjo, baru 28 desa masuk kategori hijau. Sementara itu, 95 desa tercatat sebagai kategori merah. Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi triwulanan untuk memastikan perbaikan di desa kategori rendah berjalan lebih optimal.



    Inspektur Kabupaten Sidoarjo, Andjar Surjadianto, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan melalui lima indikator utama, yakni penyusunan rencana anggaran kas, tata kelola keuangan tahun anggaran 2024, kesesuaian SILPA, pengadaan barang dan jasa desa, serta pengelolaan aset dan kontribusi BUMDes.


    Hasil evaluasi menunjukkan 28 desa masuk kategori hijau, 195 desa kategori kuning, dan 95 desa kategori merah. Desa kategori merah akan mendapatkan pendampingan intensif dari Inspektorat.


    Dari 10 desa yang meraih predikat sangat memadai, salah satunya adalah Desa Waruberon yang dinilai berhasil menjaga tata kelola desa secara optimal. Selain Waruberon, desa lainnya yang menerima penghargaan yakni Keboan Anom, Modong, Wadungasri, Simoketawang, Simoangin-angin, Trompoasri, Kwangsan, Bligo, dan Sidomojo.


    Empat desa juga ditetapkan sebagai nominator desa antikorupsi, yakni Kwangsan, Wadungasri, Simoketawang, dan Trompoasri. Desa Kwangsan bahkan masuk nominasi desa antikorupsi tingkat Provinsi Jawa Timur.


    Menurut Andjar, beberapa kendala di desa kategori merah masih berkaitan dengan ketidaktepatan dokumen pertanggungjawaban (SPJ), pengelolaan aset yang belum optimal, serta perlunya peningkatan kapasitas aparatur desa dalam proses pengadaan barang dan jasa.


    Dengan capaian ini, Desa Waruberon diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan desa yang baik sekaligus mendorong desa lain untuk meningkatkan kualitas tata kelolanya.


    Kepala Desa Warubero, Saiful Khoiri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas penghargaan yang diraih oleh desanya. Menurutnya, capaian ini merupakan kerja keras dari semua perangkat desa dan juga dukungan masyarakat.


    "Kami sampaikan ucapan terima kasih Pemkab Sidoarjo, terutama kepada bapak bupati," ujarnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");