SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menerima bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi para tukang becak lanjut usia (lansia) di Sidoarjo agar tetap produktif dan memiliki penghasilan yang lebih layak. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara bertahap dan telah menjangkau 18 kecamatan di wilayah tersebut, Rabu (21/1/2026).
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra, Bambang Pujianto, menyampaikan apresiasinya atas program tersebut. Ia menilai bantuan becak listrik merupakan bentuk kepedulian nyata Presiden Prabowo terhadap kesejahteraan masyarakat kecil, khususnya para lansia yang masih menggantungkan hidup dari menarik becak.
“Program dari Pak Prabowo ini luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih karena bantuan becak listrik ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para lansia di Sidoarjo,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, bantuan becak listrik diberikan khusus kepada warga berusia 60 tahun ke atas. Dengan teknologi listrik, para tukang becak tidak lagi bergantung pada tenaga fisik sepenuhnya, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan harian mereka.
“Kalau menggunakan becak manual, mungkin hanya sanggup menarik sekali atau dua kali. Dengan becak listrik, harapannya bisa lebih banyak dan tidak terlalu menguras tenaga,” kata Bambang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo.
Ia menambahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan membahas dukungan lanjutan, termasuk pembiayaan listrik untuk operasional becak melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, hal tersebut masih memerlukan kajian dan pembahasan lebih lanjut.
Bambang menegaskan bahwa bantuan becak listrik ini sepenuhnya berasal dari anggaran pribadi Presiden Prabowo Subianto, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Secara nasional, program ini telah menyalurkan sekitar 10.000 unit becak listrik, dengan rencana produksi tambahan mencapai 70.000 unit.
“Kami berharap Sidoarjo ke depan bisa mendapatkan jatah lebih banyak lagi,” ujarnya.
Proses penyaluran bantuan dilakukan melalui tahapan verifikasi ketat agar tepat sasaran. Para penerima diwajibkan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) perawatan serta dilarang menyalahgunakan bantuan yang diberikan.
“Mudah-mudahan bantuan ini benar-benar bermanfaat, meningkatkan kesejahteraan para lansia, dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkas Bambang. Jh



