Balongbendo – Kepolisian Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional swasembada pangan 2026. Salah satunya dilakukan Polsek Balongbendo, Polresta Sidoarjo, melalui kegiatan monitoring dan pengecekan lahan tanaman jagung kuartal I yang telah berumur 65 hari di Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Balongbendo, Kompol Sugeng Sulistiyono, S.H., M.H, sebagai bagian dari program Ketahanan Pangan Polri – Polri Cinta Petani. Monitoring dilakukan di lahan seluas 1 hektare milik kelompok tani Sumber Makmur 1, yang ditanami benih jagung hibrida sejak 29 November 2025.
Kapolsek Balongbendo menyampaikan bahwa pengecekan ini bertujuan memastikan tanaman tumbuh optimal serta mempersiapkan rencana panen yang diperkirakan berlangsung pada awal hingga pertengahan Maret 2026. Hasil panen nantinya akan diproses menggunakan mesin perontok dan diserap oleh Bulog Sidoarjo, sehingga mendukung stabilitas pangan nasional.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap petani sekaligus mendukung program Bapak Presiden RI dalam mewujudkan swasembada pangan tahun 2026. Kami akan terus mencari dan memanfaatkan lahan tidur di wilayah Balongbendo agar produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kompol Sugeng.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Singkalan bersama Ketua Poktan Sumber Makmur 1 H. Diar, pengurus BUMDes, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Balongbendo, serta jajaran anggota Polsek Balongbendo.
Dalam kesempatan itu, kelompok tani menyampaikan apresiasi atas dukungan Polsek Balongbendo yang telah membantu petani melalui penyediaan benih jagung dan pupuk. Program ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas lahan sekaligus kesejahteraan petani.
“Kami merasa sangat terbantu. Lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini menjadi produktif. Ke depan kami siap terus bekerja sama dengan Polsek Balongbendo,” ujar H. Diar.
Kegiatan monitoring dan kunjungan lahan jagung tersebut berlangsung aman dan lancar hingga selesai. Sinergi Polri, pemerintah desa, dan petani diharapkan mampu menjadi model kolaborasi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Jh


