• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Polresta Sidoarjo Amankan Tiga Tersangka Aksi Kekerasan Anak Bawah Umur di Buduran

    SJ MEDIA OFFICIAL
    29 Okt 2026, 10.02 WIB Last Updated 2026-10-29T03:02:11Z



    Sidoarjo - Satres PPA dan PPO Polresta Sidoarjo mengamankan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan kekerasan secara bersama-sama terhadap seorang anak berusia 15 tahun di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Dalam peristiwa yang terjadi pada 30 September 2026 tersebut, korban mengalami luka akibat senjata tajam jenis celurit.


    Ketiga tersangka masing-masing berinisial RPA (17), YA (19), dan FEW (21). Mereka ditangkap pada Jumat (16/10/2026) di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula ketika korban sedang membeli mi goreng di sebuah warung . Saat itu, para tersangka bersama kelompoknya melintas dan melihat korban mengenakan pakaian dengan atribut kelompok tertentu.


    Melihat atribut yang dikenakan korban, para tersangka kemudian berhenti dan menghampirinya. Korban selanjutnya ditarik secara paksa keluar dari area warung oleh para pelaku.


    Dua tersangka, RPA dan YA, diduga berperan menyeret serta memukul korban. Sementara itu, FEW diduga menggunakan senjata tajam jenis celurit berwarna ungu untuk melukai korban pada bagian punggung dan kaki.


    Setelah melakukan kekerasan, para tersangka juga merampas kaus yang dikenakan korban dan membawanya pergi. Korban kemudian ditinggalkan di lokasi kejadian.


    "Aksi kekerasan diduga dilatarbelakangi solidaritas terhadap salah seorang teman tersangka yang sebelumnya disebut mengalami kekerasan oleh kelompok tertentu. Para tersangka kemudian melakukan konvoi untuk mencari orang yang mengenakan atribut kelompok tersebut," ujar Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A. Condroputra dalam konferensi pers, Rabu (28/10/2026) di Mapolresta Sidoarjo.


    Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah celurit panjang berwarna ungu, helm hitam berstiker, satu unit sepeda motor Honda PCX warna merah, pakaian yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, celana pendek hitam, serta sepasang sandal hitam yang terdapat bekas sobekan diduga akibat benda tajam.


    Ketiga tersangka kini ditahan di Satres PPA dan PPO Polresta Sidoarjo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 80 Juncto Pasal 76-C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 262 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.


    Kapolresta Sidoarjo mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak mudah terprovokasi ajakan konvoi terutama melalui media sosial, sweeping, maupun aksi balas dendam antar kelompok. Jun

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");