• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Mengaku Polisi Sidoarjo, Tipu Korban Hingga Raih Jutaan Rupiah

    REDAKSI
    21 Des 2021, 22.10 WIB Last Updated 2021-12-21T15:10:24Z




    Sidoarjo (Warta - Kota Delta) Penipuan berkedok mengaku anggota Polri dilakukan pria berinisial AP, terhadap korban FAP berhasil diungkap Satreskrim Polresta Sidoarjo.


    Disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, pada wartawan, Selasa (21/12/2021). Bahwa kasus penipuan ini dilaporkan korban, bermula saat dirinya mencarikan bantuan uang dengan jaminan mobil. Karena merasa takut mobil yang jadi jaminan bermasalah, korban FAP menceritakan pada istri sirih AP. Seperti diketahui korban jika AP adalah anggota Polri yang berdinas di Sidoarjo.


    “Tersangka AP yang mengaku sebagai anggota Polri, korban pun menceritakan persoalannya dengan harapan dapat dibantu oleh AP. Lalu AP meminta sejumlah uang Rp 13 juta, sebagai biaya menyelesaikan permasalahan yang dialami korban. Namun, korban FAP hanya dapat memenuhi Rp 8,5 juta saja disetor ke tersangka,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.


    Setelah korban FAP setor uang kepada tersangka AP pada 16 Desember 2021, di kawasan, Lingkar Timur, Desa Klurak, Candi, Sidoarjo, berdasar informasi yang didapat dari korban barulah terungkap bahwa AP adalah bukan anggota Polri. Kemudian korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresta Sidoarjo.


    Hingga akhirnya Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil meringkus pelaku penipuan ini, yakni AP. Dari hasil pemeriksaan polisi, tersangka sebelumnya pernah melakukan aksi serupa pada dua korban lainnya. Masing-masing senilai Rp. 50 juta.


    “Pelaku AP merupakan residivis perkara pencurian, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362 KUHP pada 18 Juli 2019, dengan vonis hukuman penjara 10 bulan yang pernah ditangani Satreskrim Polresta Sidoarjo,” ungkap Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.


    Kini, terhadap AP terkait kasus penipuan berkedok anggota Polri dikenakan ancaman hukuman sesuai Pasal 378 KUHP. Yakni hukuman penjara paling lama empat tahun.(jh)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");