• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Polisi Pelestari Budaya, Ajak Anak Muda Berkesenian

    SJ MEDIA OFFICIAL
    11 Okt 2022, 06.53 WIB Last Updated 2022-10-10T23:53:03Z


     Sidoarjo (Wartakotadelta.Online)Di tengah era globalisasi dan modernisasi, ada anggota Polri yang tetap profesional menjalankan tugasnya sembari mengajak anak-anak muda belajar kesenian.


    Adalah Komisaris Polisi Samsul Hadi, Kapolsek Gedangan, Polresta Sidoarjo. Jiwa seni budaya yang sudah mendarah daging sejak kecil di Ponorogo. Membuatnya begitu mendalami kesenian Reog, campursari dan tari.


    Setiap Rabu dan Jumat di Padepokan Singo Menggolo di Sidoarjo Kota, yang dirintisnya sejak puluhan tahun lalu mulai dari berpindah-pindah tempat latihan, selalu didatangi orang dari berbagai usia.


    “Kebanyakan yang datang berlatih reog, campursari dan menari di padepokan kami adalah anak-anak muda. Bahkan sebagian dari mereka ada yang menetap di sini,” ujar Kompol Samsul Hadi, pada 11 Oktober 2022.

    Bapak tiga anak ini, menjelaskan sebagai anggota Polri dirinya merasa tertantang untuk terus menularkan nilai-nilai seni budaya Bangsa Indonesia. Anak muda baginya generasi penerus perjuangan kekayaan kita, termasuk seni reog, campursari, tari dan kesenian lainnya.


    Selain itu, ia tidak ingin anak-anak muda terjebak dalam pengaruh kenakalan remaja dan modernisasi. “Dengan melakukan pendekatan humanis, mengajak anak-anak muda kami berharap dapat menyelamatkannya dari bahaya pengaruh kenakalan remaja,” ungkapnya.


    Harapannya, setelah upaya yang dilakukan dalam pelestarian nilai-nilai seni budaya semakin di ujung senja nanti. Akan terlahir pemuda-pemuda pejuang seni budaya. Bahkan di tempatnya berdinas pun, baik di Polsek Gedangan dan Polresta Sidoarjo, Kompol Samsul Hadi juga seringkali mengajak anggota-anggota Polri ikut berlatih. Hal ini tak lepas dari dukungan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, yang selalu memotivasi anggota yang berbakat di berbagai bidang. Seperti halnya dalam pelestarian seni budaya Tanah Air.


    Kompol Samsul Hadi dalam melakukan pendekatan budaya ke anak muda, dengan cara sosialisasi ke pihak-pihak sekolah, ke orang tua bahkan sampai turun ke jalanan menemui anak muda untuk berlatih kesenian di padepokan miliknya.


    Seperti diakui Supri, anak jalanan yang kini menjadi anggota Kompol Samsul Hadi di Padepokan Singo Menggolo. “Awal kenal Pak Samsul sempat takut karena dinas di kepolisian. Namun ketakutan saya berbanding terbalik, ternyata begitu akrab layaknya keluarga. Lalu kami diajak main ke tempat latihan, dengan sabar dikenalkan kesenian reog. Syukurlah sampai sekarang kami diperlakukan seperti keluarga untuk berkesenian,” paparnya.


    Supri dan sejumlah anak muda di tempat Kompol Samsul Hadi terlihat begitu senang. Mereka terselamatkan dari bahaya pengaruh narkoba dan sebagainya. Menatap kedepan, dengan belajar kesenian dan mencari peluang mata pencaharian kini mereka jalani melalui bimbingan Kompol Samsul Hadi, sang polisi pelestari budaya.(jh)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");