• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Studi Banding ke NTB, PWI Sidoarjo Siap Berkontribusi Kembangkan Sektor Pariwisata

    SJ MEDIA OFFICIAL
    30 Nov 2022, 15.01 WIB Last Updated 2022-11-30T08:01:25Z


     MATARAM(Wartakotadelta Online)

    Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidoarjo menggelar studi banding ke PWI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (29/11/2022) hingga Rabu (30/11/2022). Studi banding terkait peran dan kontribusi media dalam upaya pembangunan kepariwisataan daerah.


    Kedatangan rombongan PWI Sidoarjo yang berjumlah sekitar 40 orang in disambut langsung Ketua PWI Provinsi NTB Nasrudin Zein beserta jajaran pengurusnya, di Aula 

    Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jl Langko 83 Kecamatan Ampenan Kota Mataram, NTB, Selasa (29/11).

    Tidak hanya pengurus dan anggota PWI Sidoarjo, studi banding bertajuk "Peran dan Kontribusi PWI dalam Pembangunan Pariwisata Daerah" ini juga diikuti salah satu mitra strategis, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidoarjo.


    Rombongan lalu berdiskusi terkait peran dan kontribusi PWI dalam pembangunan pariwisata daerah. 

    "Pariwisata di NTB ini sudah dikenal di dunia terutama sejak kehadiran sirkuit Mandalika. Nah, kami ingin belajar bagaimana PWI NTB terlibat dalam pembangunan pariwisata daerah," cetus Ketua PWI Kabupaten Sidoarjo, Mustain.


    Menurut Mustain, pembangunan pariwisata daerah tak akan berhasil tanpa adanya kolaborasi bersama dengan sejumlah unsur lainnya. Salah satunya media massa. PWI sebagai salah satu organisasi wartawan dinilai ikut andil dalam keberhasilan tersebut serta bisa berkontribusi nyata dalam proses pembangunan pariwisata daerah.


    "Maka apa yang dilakukan PWI NTB akan menjadi ilmu bagi kami untuk melakukan hal yang sama di Sidoarjo. Sehingga kehadiran kami akan benar-benar bisa dirasakan," imbuh Mustain.


    Ia berharap apa yang dihasilkan dalam studi banding ini bisa diterapkan di Sidoarjo. Mulai dari pengelolaan, pengembangan wisata daerah hingga peran media dalam mengawal hal itu menjadi poin penting yang harus dipahami bersama.


    "Meski Sidoarjo dikenal sebagai kota industri dan UMKM, beberapa potensi wisata alam maupun buatan menjadi tugas kita bersama sebagai media untuk memberikan kontribusi nyata melalui hal-hal yang kita dapatkan dalam studi banding kali ini," harapnya.


    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sidoarjo, Didik Tri Wahyudi mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah dengan media memang diperlukan. Tujuannya agar pembangunan di bidang pariwisata dapat meningkat.


    "Karena media berperan mempromosikan pariwisata. Oleh karenanya, ini bisa menjadi momentum untuk mengembangkan pariwisata di Sidoarjo," tandas Didik Tri Wahyudi.


    Sementara itu, Ketua PWI NTB Nasrudin Zein mengatakan, media memang berperan dalam pembangunan pariwisata di NTB. Selama ini media di NTB memiliki aturan tak tertulis mengenai kepariwisataan. 


    Salah satunya komitmen untuk tidak mempublikasikan berita yang berpotensi berdampak buruk terhadap pariwisata di NTB. "Karena jika ditulis, maka pariwisata akan menurun. Jika sudah begitu, media juga akan terkena imbasnya," katanya.


    Nasrudin menambahkan, komitmen seperti itu tumbuh atas kesadaran pribadi setiap jurnalis dan media di NTB. "Untuk kerjasama media dan pemerintah, kami tak memiliki strategi khusus atau MOU dengan pemerintah. Kami hanya menumbuhkan kesadaran masing-masing bagaimana agar tak memuat berita negatif terkait pariwisata yang berdampak pada seluruh sektor ekonomi daerah," tegas Nasrudin. 


    Tak hanya kesadaran bersama, PWI NTB juga turut serta mengenalkan destinasi wisata daerah dengan menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) pada tahun 2016 lalu.


    "Pada tahun 2016 lalu kami menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional. Hal itu tentu tak mudah bagi kami dengan segala keterbatasan, kami akhirnya bisa menggelar puncak peringatan Hari Pers Nasional itu di pinggir pantai sekaligus mengenalkan keindahan NTB secara nasional," bebernya bangga.


    Selain bertemu jajaran pengurus PWI Provinsi NTB, pada Rabu (30/11/2022), rombongan studi banding juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Provinsi NTB, yakni  Desa Sukarara, diantaranya Desa Wisata Kain Tenun Songket Lombok, di Kabupaten Lombok Tengah.  (jh)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");