• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    DON'T MISS
    Loading...

    Latest Post

    BNNK Rilis Data Prevalensi Narkoba, Bupati Sidoarjo Minta Langkah Penanganan Lebih Terarah

    SJ MEDIA OFFICIAL
    27 Nov 2025, 09.02 WIB Last Updated 2025-11-27T02:02:04Z


    Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya pemberantasan narkoba melalui kebijakan berbasis data. Hal ini disampaikan Bupati Sidoarjo, H. Subandi, saat menghadiri Diseminasi Hasil Survei Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Ruang Media Center BNNK Sidoarjo, Rabu (26/11/2025).


    Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, S.H., Kepala BPS Sidoarjo Mohammad Ismail, Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Fredik Suharto, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono, perwakilan Kodim 0816, Polresta Sidoarjo, Kejaksaan Negeri Sidoarjo, UMSIDA, serta unsur media.


    Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan survei prevalensi narkoba pertama di Kabupaten Sidoarjo. Ia menyoroti bahwa persoalan narkoba tidak lagi sebatas isu kesehatan, tetapi terkait erat dengan keamanan lingkungan, kualitas generasi muda, dan ketahanan sosial masyarakat. Dengan posisi Sidoarjo sebagai daerah strategis dan padat mobilitas—berbatasan langsung dengan Surabaya, memiliki bandara, terminal, kawasan industri, serta lebih dari 7.000 perusahaan—tantangan peredarannya semakin kompleks.


    “Kepadatan dan mobilitas tinggi memberi tantangan tersendiri. Karena itu, data survei ini sangat penting sebagai dasar kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Subandi. Ia menegaskan bahwa dukungan anggaran dan program harus mengacu pada data yang akurat untuk memetakan kerawanan wilayah dan kelompok rentan secara presisi.


    Subandi juga menekankan bahwa upaya pemulihan pecandu tidak bisa dibebankan hanya kepada BNN. Ia mendorong kolaborasi lebih erat antara Pemkab Sidoarjo, puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya guna memperluas layanan rehabilitasi yang mudah dijangkau masyarakat.


    Di sisi lain, Subandi menyoroti maraknya kasus perceraian di Jawa Timur—di mana Sidoarjo berada di peringkat ketiga—yang sebagian besar dipicu penyalahgunaan narkoba di kalangan usia muda, bahkan telah merambah pelajar SMP dan SMK. Data hasil survei menjadi pijakan penting untuk merancang kebijakan penanganan yang lebih komprehensif pada tahun mendatang.


    Sementara itu, Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto mengungkapkan bahwa Kabupaten Sidoarjo kini memiliki indeks prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 0,133 persen, atau setara dengan 133 penyalahguna per 100.000 penduduk. Berdasarkan temuan tersebut, wilayah yang berbatasan langsung dengan Surabaya tercatat sebagai kawasan paling rawan. Selain itu, 50 persen penyalahguna belum pernah mengakses layanan rehabilitasi, sehingga perluasan akses dan sosialisasi menjadi fokus intervensi ke depan.


    Menutup acara, Subandi menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak diukur dari besar kecilnya anggaran, tetapi dari penurunan angka penyalahgunaan narkoba setiap tahun. Ia berharap survei perdana ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan Sidoarjo BERSINAR (Bersih dari Narkoba) serta memastikan generasi muda terlindungi dari ancaman narkotika.jh

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");