• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Kesal Terus Ditagih Hutang, Pria di Sidoarjo Habisi Rekan Bisnis dan Buang Jasadnya ke Arteri Porong

    SJ MEDIA OFFICIAL
    19 Nov 2025, 09.52 WIB Last Updated 2025-11-19T02:52:32Z


    Sidoarjo — Kasus pembunuhan yang menghebohkan warga Porong akhirnya berhasil diungkap Polresta Sidoarjo. Tersangka M.M.K. (45), warga Candi, ditangkap setelah terbukti menghabisi nyawa rekan bisnisnya sendiri M.M.A. (55), warga Desa Juwet, Porong. Jasad korban ditemukan tergeletak di kawasan Arteri Porong, Desa Kesambi, pada Jumat pagi, 7 November 2025.


    Kasus ini dipaparkan langsung oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing dalam konferensi pers, Selasa (18/11/2025). Ia mengungkap bahwa motif utama pembunuhan adalah tekanan dan kemarahan pelaku akibat terus ditagih hutang oleh korban.


    “Keduanya memiliki hubungan bisnis. Pelaku memiliki hutang sekitar Rp 22 juta dan terus ditagih oleh korban. Pelaku mengaku tertekan dan takut karena korban mengancam akan melaporkannya ke polisi,” jelas Kombes Pol Christian Tobing.


    Dijemput untuk Menagih Hutang, Pulang Jadi Nyawa Melayang


    Insiden tragis ini terjadi pada Kamis, 6 November 2025. Korban datang ke rumah pelaku untuk kembali menagih sisa hutangnya. Pelaku kemudian berpura-pura bersikap kooperatif dan menawarkan diri untuk mengantar korban pulang menggunakan mobilnya.


    Namun, di sepanjang perjalanan, korban terus menagih pelunasan hutang. Situasi memanas.


    “Di dalam mobil, saat korban masih menagih, tersangka menghentikan mobil di pinggir jalan. Karena emosi dan ketakutan, tersangka memukul korban sekali hingga tak sadarkan diri. Pelaku kemudian mencekik korban hingga meninggal dunia,” terang Kapolresta.



    Mengetahui korban sudah tidak bernyawa, pelaku panik. Ia langsung membawa jasad korban menuju Jalan Raya Arteri Porong dan membuang tubuh korban begitu saja di kawasan Kesambi, berharap tindakannya tidak terlacak.


    Namun upaya pelaku sia-sia. Polisi cepat mengungkap pelaku melalui penyelidikan intensif dan bukti-bukti di lapangan.


    Pelaku kini resmi ditahan dan dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.


    Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan hutang—jika tidak diselesaikan dengan bijak—dapat memicu tragedi yang tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan masa depan pelakunya sendiri. Jh

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");