• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Bupati Subandi ‘Perang’ Lawan Sampah, TPS3R Tak Jalan Bakal Dikawal dan Libatkan Polisi

    SJ MEDIA OFFICIAL
    23 Apr 2026, 06.41 WIB Last Updated 2026-04-22T23:41:19Z


    Sidoarjo - Persoalan sampah di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan seluruh elemen masyarakat.


    Hal itu disampaikan Subandi usai melakukan pendampingan di tiga desa, yakni Kepadangan dan Kebaron di Kecamatan Tulangan, serta Ketegan di Kecamatan Tanggulangin, Rabu (22/4/2026).


    Menurutnya, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R) menjadi kunci utama. Ia pun telah menginstruksikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melakukan pendampingan intensif, khususnya pada TPS3R yang tidak berjalan maksimal.


    “Kalau ada pengelolaan TPS3R yang tidak berjalan, harus dikawal. Kita petakan masalahnya, baik dari sisi manajemen, lokasi, maupun faktor lainnya,” ujar Subandi.


    Pemkab Sidoarjo, lanjutnya, akan melakukan evaluasi rutin setiap bulan bahkan pemantauan harian guna memastikan setiap persoalan di lapangan segera tertangani.

    Subandi juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah. Ia menyebut masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan, bahkan berasal dari luar wilayah desa.


    Sebagai langkah tegas, Pemkab Sidoarjo berencana menggandeng aparat kepolisian untuk menegakkan aturan pengelolaan sampah. Langkah ini diharapkan memberi efek jera bagi pelanggar.


    “Kalau sudah diperingatkan tapi masih melanggar, akan kita libatkan kepolisian,” tegasnya.


    Sementara itu, Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono mengungkapkan bahwa banyak desa sebenarnya sudah memiliki struktur pengelolaan sampah, namun belum berjalan optimal.


    Menurut Arif, persoalan utama terletak pada manajemen yang lemah. Padahal, jika dikelola dengan baik, hasil pemilahan sampah bisa memiliki nilai ekonomi, sementara residunya akan dibantu pengangkutannya ke TPA.


    Selain itu, ia juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan tungku pembakaran sampah. DLHK akan melakukan pendampingan agar proses pembakaran dilakukan dengan benar menggunakan insinerator.


    Arif juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan iuran sampah masyarakat yang berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per bulan. Dana tersebut harus dikelola secara jelas untuk kebutuhan operasional seperti petugas, transportasi, hingga pengangkutan residu.


    “Kalau ada pengurus yang tidak amanah, itu bisa masuk ranah pidana,” ujarnya.


    Ia pun membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan, serta memastikan akan ada pendampingan pembentukan kepengurusan baru yang lebih akuntabel.


    Subandi kembali menegaskan bahwa penanganan sampah membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat tingkat bawah.


    “Kita semua sedang berperang melawan sampah. Ini tidak bisa selesai tanpa keterlibatan semua pihak,” pungkasnya. Jun

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");