• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Pemkab Sidoarjo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan

    SJ MEDIA OFFICIAL
    10 Agu 2026, 17.38 WIB Last Updated 2026-08-10T10:38:08Z


    Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama sejumlah pemerintah kabupaten/kota di kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa menegaskan komitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.


    Komitmen tersebut dituangkan dalam deklarasi bersama yang dibacakan dalam rangkaian Simposium Mangrove untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Peluncuran Program Nilai Ekonomi Karbon Mangrove di Balai Sidang Universitas Indonesia, Senin (10/8/2026).


    Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian mangrove sekaligus mengembangkan potensi ekonominya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.


    Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, pengelolaan mangrove tidak semata-mata berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Ekosistem tersebut juga memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi pembangunan ekonomi masyarakat pesisir.


    “Melalui deklarasi ini kami berkomitmen menjadikan pengelolaan ekosistem mangrove sebagai fondasi pembangunan masyarakat pesisir yang inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Subandi.


    Menurut dia, kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar masyarakat pesisir tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga dan mengembangkan ekosistem mangrove.


    Dalam deklarasi tersebut, para kepala daerah menyepakati lima poin komitmen bersama.


    Pertama, memperkuat pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan partisipatif. Langkah tersebut dilakukan melalui pendataan kelompok sasaran, pemetaan potensi, peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, hingga penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian mangrove.


    Kedua, mendorong pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis mangrove. Potensi yang dapat dikembangkan antara lain silvofishery, perikanan berkelanjutan, produk olahan hasil laut dan mangrove, hasil hutan bukan kayu, ekowisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.


    Ketiga, memperkuat kelembagaan dan ekonomi lokal melalui pengembangan kelompok usaha, koperasi, BUM Desa maupun BUM Desa Bersama. Kelembagaan tersebut diharapkan mampu membangun kemitraan, mengakses pembiayaan, serta mengelola usaha secara profesional.


    Keempat, meningkatkan sinergi multipihak melalui dukungan kebijakan, riset, inovasi, investasi, teknologi, akses pasar, hingga tanggung jawab sosial dan lingkungan.


    Kelima, menyusun serta memantau rencana aksi bersama dengan menetapkan prioritas wilayah, sasaran penerima manfaat, indikator keberhasilan, dan mekanisme evaluasi secara berkala.


    Pemkab Sidoarjo menilai langkah tersebut penting agar program pemberdayaan masyarakat pesisir tidak berhenti pada deklarasi, tetapi dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.


    Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu melahirkan model pengelolaan mangrove yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.


    Dengan pengelolaan yang tepat, mangrove diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami untuk melindungi kawasan pantai, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan, ketahanan ekonomi, dan warisan lingkungan bagi generasi mendatang. Jun

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");