• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Bupati Sidoarjo Ingin Desa Sidorejo Jadi Awal Sidoarjo “Kota Petik Melon”

    SJ MEDIA OFFICIAL
    8 Okt 2026, 11.50 WIB Last Updated 2026-10-08T04:50:49Z


    SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong desa mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus perekonomian masyarakat.


    Salah satunya dilakukan Pemerintah Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, melalui pengembangan Greenhouse Ketahanan Pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).



    Wisata edukasi sekaligus sentra budidaya melon premium tersebut diresmikan Bupati Sidoarjo Subandi pada Selasa (6/10/2026).


    Pengembangan greenhouse itu menjadi bagian dari inovasi budidaya melon premium dengan tiga varietas unggulan, yakni Sweet Hami, Sweet Net 9, dan Sweet Lavender.


    Bupati Subandi mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sidorejo dan BUMDes yang mampu mengubah lahan desa yang sebelumnya kurang produktif menjadi lahan bernilai ekonomi.


    Menurut Subandi, konsep greenhouse memungkinkan budidaya tanaman tetap berjalan meski memasuki musim hujan.


    > “Berarti inovasi Pak Lurah ini luar biasa, terutama BUMDes. Saya mengajak Dinas Pertanian nanti bekerja sama dengan kepala desa, berkolaborasi, supaya pemerintah bisa menganggarkan, terutama untuk peningkatan ketahanan pangan,” kata Subandi.




    Ia menilai pemanfaatan aset desa melalui greenhouse dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Sidoarjo.


    Selain memperkuat ketahanan pangan, inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan desa serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.


    “Daripada mengelola aset tanah yang kurang produktif, yang seperti ini meskipun musim hujan tetap bisa produktif. Tetap jalan,” ujarnya.


    Modal Rp25 Juta, Berpotensi Raup Rp44 Juta


    Budidaya melon premium di greenhouse tersebut juga dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.


    Berdasarkan keterangan pengelola, modal sekitar Rp25 juta dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp44 juta. Artinya, potensi keuntungan yang diperoleh mencapai sekitar Rp19 juta.


    Subandi mengatakan, keuntungan tersebut masih dapat ditingkatkan apabila pengelolaan dilakukan pada lahan yang lebih luas.


    “Ini tadi baru satu orang yang mengerjakan. Kalau kita punya lahan luas, peningkatan penghasilan kita juga tambah tinggi. Kalau PAD-nya tinggi, perangkat juga sejahtera. Masyarakat setempat juga bisa merasakan manfaat dari lahan-lahan yang ada di sekitarnya,” tuturnya.


    Subandi pun mendorong seluruh kepala desa di Sidoarjo untuk berani melakukan inovasi, terutama dalam memanfaatkan lahan kosong maupun aset desa yang belum produktif.


    Pemkab Sidoarjo, kata dia, siap memberikan dukungan melalui penganggaran dan program bantuan yang dapat menunjang pengembangan potensi desa.


    “Kita siapkan dan kita anggarkan. Harapannya seluruh kepala desa bisa mengembangkan potensi masing-masing, sehingga minimal Sidoarjo ini bisa menjadi kota petik melon. Ini harapan kita,” kata Subandi. 




    Tak hanya mengandalkan wisata petik melon, hasil budidaya greenhouse tersebut juga memiliki peluang untuk dipasarkan ke segmen pasar premium, termasuk pasar modern.


    Subandi menilai cita rasa menjadi salah satu keunggulan melon yang dikembangkan di Desa Sidorejo.


    “Ini pasar premium karena manis sekali. Kalau dibiarkan satu hari, rasanya sudah berbeda, lebih manis lagi,” ujarnya.


    Melalui inovasi tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap semakin banyak desa mampu mengembangkan aset dan potensi lokal menjadi usaha produktif.


    Pengembangan greenhouse di Desa Sidorejo diharapkan tidak hanya menjadi wahana wisata dan edukasi pertanian, tetapi juga menjadi model pengelolaan aset desa yang mampu menghasilkan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat. (Jun )


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");