• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Jelang Musim Hujan, Subandi Bedah RTLH dan Salurkan Kursi Roda untuk Warga Waru

    SJ MEDIA OFFICIAL
    24 Okt 2026, 18.51 WIB Last Updated 2026-10-24T11:51:03Z


    SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga kurang mampu. Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung meninjau rumah warga yang membutuhkan perbaikan serta menyerahkan bantuan kursi roda kepada penyandang disabilitas dan lanjut usia di Kecamatan Waru, Jumat (23/10/2026).


    Dalam kegiatan tersebut, enam warga di empat desa menerima bantuan sesuai kebutuhan masing-masing. Dua keluarga mendapatkan program rehabilitasi rumah, sedangkan empat warga menerima kursi roda untuk menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.


    Peninjauan diawali di Desa Janti dengan mengunjungi rumah Widada di RT 005 RW 002. Kondisi hunian tersebut memprihatinkan karena atap kerap bocor dan air menggenangi rumah ketika hujan turun.


    Subandi memastikan rumah tersebut akan mendapatkan perbaikan menyeluruh, mulai dari peninggian lantai untuk mengantisipasi genangan, penggantian atap menggunakan rangka baja ringan, perbaikan plafon, pemasangan keramik, pembenahan sanitasi kamar mandi, hingga peningkatan ventilasi udara.


    “Rumah ini ditinggikan agar saat hujan tidak tergenang air. Genteng diganti menggunakan rangka baja ringan, lantai dikeramik, dan fasilitas kamar mandi dibenahi,” ujar Subandi.


    Menurutnya, penanganan RTLH menjadi kebutuhan mendesak, terutama menjelang puncak musim hujan. Kondisi rumah yang bocor, lembap, dan memiliki sanitasi buruk berpotensi mengganggu kesehatan serta keselamatan penghuninya.


    “Apabila ada warga yang membutuhkan kursi roda atau perbaikan rumah, pemerintah daerah akan segera turun. Kasihan warga yang rumahnya tidak layak, apalagi menjelang musim hujan. Atap yang bocor dan genangan air dapat menyebabkan timbulnya penyakit,” tegasnya.


    Selain di Desa Janti, peninjauan RTLH juga dilakukan di rumah Umar Muroh di Desa Kureksari, tepatnya di RT 002 RW 003. Rehabilitasi kedua rumah tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada pekan pertama November 2026.


    Kursi Roda Bantu Warga Kembali Beraktivitas


    Di sela peninjauan, Subandi menyerahkan bantuan kursi roda kepada empat warga yang membutuhkan. Di Desa Janti, kursi roda tipe 3-in-1 diberikan kepada Wati Soedjiati, sedangkan Muhammad Zakaria menerima kursi roda standar.


    Bantuan kursi roda tipe 3-in-1 juga disalurkan kepada Soebodo di Desa Kedungrejo. Sementara itu, Sumini (60), warga Desa Bungurasih, menerima kursi roda standar dalam rangkaian kegiatan yang berakhir sekitar pukul 10.45 WIB.


    Bagi Sumini, bantuan tersebut menjadi harapan baru setelah selama tiga tahun terakhir dirinya tidak dapat beraktivitas secara mandiri akibat sakit yang dideritanya.


    “Sudah tiga tahun saya tidak bisa beraktivitas. Setiap kali hendak ke kamar mandi, keluarga harus menggotong saya. Bantuan kursi roda ini sangat membantu,” ungkapnya haru.


    Sementara itu, Widada mengaku tidak mampu memperbaiki rumahnya yang telah mengalami kerusakan karena keterbatasan ekonomi. Penghasilannya sebagai buruh serabutan selama ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


    Perluas Manfaat Bantuan Sosial


    Tidak hanya menyasar penerima bantuan utama, Pemkab Sidoarjo juga menyalurkan paket bahan pokok kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.


    Sebanyak 10 paket sembako dibagikan pada setiap titik peninjauan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar sekaligus memperluas manfaat program sosial pemerintah.


    Melalui program rehabilitasi RTLH, bantuan alat mobilitas, dan penyaluran sembako, Pemkab Sidoarjo berupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai kondisi mereka.


    Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian, menunjang kemandirian warga penyandang disabilitas dan lansia, serta mengurangi risiko kesehatan akibat kondisi rumah yang tidak layak, terutama menjelang musim hujan.( jun)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");