Balongbendo – Pemerintah Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, kembali menggelar tradisi tahunan Ruwat Desa atau Bersih Desa menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan yang sarat nilai religius dan kearifan lokal tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan keselamatan desa.
Kepala Desa Watesari, Arofik, mengatakan bahwa kegiatan Ruwat Desa telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebelum Ramadan.
“Kegiatan ini kita agendakan setiap tahun. Kemarin malam kita menggelar khataman Al-Qur’an di pendopo balai desa. Pagi ini kita ziarah ke makam sesepuh yang babat Desa Watesari. Nanti malam kita tutup dengan pagelaran wayang kulit di pendopo desa,” ujar Arofik, Jumat (13/02/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti perangkat desa, tokoh agama, serta warga setempat. Suasana khidmat menyelimuti pendopo balai desa saat doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan dan keberkahan seluruh masyarakat Watesari.
Keesokan paginya, masyarakat bersama perangkat desa melaksanakan ziarah ke makam para sesepuh yang diyakini sebagai tokoh pembabat Desa Watesari. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat akan sejarah berdirinya desa.
Sebagai puncak acara, pagelaran wayang kulit akan digelar pada malam harinya di pendopo desa. Pertunjukan seni tradisional tersebut bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta menjaga warisan budaya Jawa agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Ruwat Desa di Watesari tidak sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang spiritual dan sosial bagi masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, penuh kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Dengan tetap menjaga tradisi dan nilai religius, Pemerintah Desa Watesari berharap kegiatan ini dapat terus dilestarikan sebagai identitas budaya sekaligus penguat persatuan warga desa.jh




