Krian — Suasana khidmat bercampur semarak menyelimuti Desa Kraton, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (12/2/2026). Pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat kembali menggelar tradisi tahunan Ruwat Desa atau Bersih Desa, sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki, kesehatan, serta doa keselamatan bagi desa dari segala marabahaya.
Tradisi yang sarat nilai budaya dan spiritual ini diawali sejak pagi hari dengan kegiatan Khatmil Al-Qur’an yang berlangsung di balai desa serta seluruh masjid dan musala di Desa Kraton. Perangkat desa, tokoh agama, dan masyarakat larut dalam lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menegaskan komitmen warga untuk menjadikan nilai-nilai religius sebagai ruh dalam pelestarian tradisi.
Tokoh masyarakat Desa Kraton, Titus Budi Santoso, menjelaskan bahwa konsep ruwat desa dalam beberapa tahun terakhir dikemas lebih religius tanpa meninggalkan akar budaya.
“Ruwat desa selama beberapa tahun ini kami konsep lebih religius. Diawali khatmil Al-Qur’an pada Kamis pagi dan diakhiri dengan sholawatan pada Minggu malam. Setelah khatmil, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah makam untuk mendoakan para sesepuh dan pendiri Desa Kraton agar mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Pada malam hari, rangkaian acara dilanjutkan dengan tasyakuran dan doa bersama sebagai simbol rasa syukur sekaligus penanda penutupan kegiatan hari pertama. Sementara itu, pada Minggu pagi, masyarakat menggelar kirab tumpeng sebagai simbol gotong royong dan sedekah bumi. Warga dari berbagai dusun berkumpul membawa tumpeng terbaik untuk dinikmati bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Puncak peringatan Ruwat Desa Kraton digelar pada Minggu malam melalui agenda Kraton Bersholawat, yang menjadi magnet kebersamaan sekaligus refleksi spiritual bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, tradisi tahunan ini tetap terjaga. Ini bukan sekadar ritual, tetapi momentum mempererat silaturahmi. Dengan ditutup sholawat, kami berharap Desa Kraton semakin berkah, damai, dan dijauhkan dari balak,” pungkas Titus.
Rangkaian ruwat desa pun ditutup dengan doa bersama yang khusyuk, menandai berakhirnya tradisi dengan penuh keberkahan, kedamaian, dan harapan baru bagi masyarakat Desa Kraton.


