SIDOARJO – Ratusan warga Dusun Girang menggelar tahlil dan doa bersama menjelang pelaksanaan pengurukan atau peninggian area makam dusun, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat itu menjadi perhatian karena digelar di area depan makam yang lokasinya berhadapan langsung dengan sebuah gereja.
Meski berada di lokasi yang berdampingan dengan rumah ibadah umat Kristiani, seluruh rangkaian doa berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh rasa saling menghormati. Suasana tersebut mencerminkan kuatnya nilai toleransi yang selama ini terjaga di tengah masyarakat.
Salah seorang warga mengatakan, lokasi kegiatan dipilih karena berada di area makam yang akan dilakukan pengurukan. Kebetulan, letak makam tersebut memang berada tepat di depan gereja.
"Memang kita berbeda keyakinan, tetapi toleransi tetap kita jaga. Yang terpenting adalah saling menghormati dan menjaga kerukunan," ujar salah seorang warga.
Kegiatan doa bersama itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa, serta Bhabinkamtibmas yang turut melakukan pengamanan dan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman dan kondusif.
Selain sebagai bentuk ikhtiar spiritual sebelum pelaksanaan peninggian makam, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kebersamaan warga dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan di tengah keberagaman.
Warga berharap semangat gotong royong dan toleransi yang telah terjalin selama ini terus dipertahankan sehingga kehidupan bermasyarakat tetap harmonis, damai, dan saling menghargai meski berbeda latar belakang maupun keyakinan. Red



