• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Bupati Sidoarjo Dorong 16 Sekolah Adiwiyata Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah

    SJ MEDIA OFFICIAL
    16 Okt 2026, 18.16 WIB Last Updated 2026-10-16T11:16:12Z


    SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Subandi mendorong 16 sekolah penerima Penghargaan Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo 2026 menjadi pelopor pengelolaan lingkungan. Sekolah diminta menanamkan kebiasaan hidup bersih, memilah sampah, dan menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.


    Pesan tersebut disampaikan Subandi saat menyerahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo 2026 di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Jumat (16/10/2026).


    Menurut Subandi, penghargaan Adiwiyata tidak boleh sekadar menjadi simbol prestasi. Lebih dari itu, penghargaan tersebut harus mendorong perubahan nyata dalam perilaku warga sekolah terhadap lingkungan.


    “Sekolah punya peran penting dalam membiasakan anak-anak menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan merawat lingkungan agar tetap asri,” ujar Subandi.


    Ia menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Karena itu, ia meminta sekolah penerima penghargaan terus meningkatkan inovasi sekaligus mengajak sekolah lain menerapkan budaya peduli lingkungan.


    Subandi juga mengajak pemerintah, sekolah, dan masyarakat bersinergi menangani persoalan sampah dan kebersihan lingkungan.


    “Sekolah yang sudah mendapatkan penghargaan ini harus terus meningkatkan kepeduliannya dan mengajak sekolah-sekolah lain melakukan hal yang sama. Kita jaga keindahan dan kebersihan lingkungan. Ini jihad bersama,” tegasnya.


    16 Sekolah Terima Penghargaan


    Sebanyak 16 sekolah menerima Penghargaan Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo 2026. Mereka adalah MTsN 2 Sidoarjo, SMPIT Darul Fikri, SMPN 3 Sidoarjo, MINU KH Mukmin, SMPN 1 Candi, MTsN 3 Sidoarjo, SMPN 3 Krian, SDN Entalsewu, SMPN 2 Tulangan, SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh, SDN Punggul 2, SMPN 2 Waru, SSN Jenggot, SDN Keret, SMPN 2 Sidoarjo, dan SDN Sedati Agung.


    Setiap sekolah memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 3 juta serta bantuan dua unit tempat sampah terpilah.


    Sementara itu, Koordinator Adiwiyata SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh, Deby Nur, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sejumlah inovasi untuk mengurangi sampah, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan kembali sampah organik dan anorganik.


    Sampah plastik diolah menjadi ecobrick yang dimanfaatkan sebagai hiasan dan spot foto di lingkungan sekolah. Adapun sisa makanan siswa digunakan untuk budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam.


    Maggot yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ayam ternak sekolah. Sementara itu, sisa media budidaya maggot atau kasgot digunakan kembali sebagai bahan alas ayam.


    “Upaya ini merupakan bagian dari penerapan prinsip zero waste, yaitu mengurangi sampah yang dibuang dengan mengoptimalkan pemanfaatan kembali material yang masih berguna,” jelas Deby.


    Ia menambahkan, sekolah juga melakukan pembenahan dengan pendampingan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo sebagai bagian dari upaya menuju penilaian Adiwiyata tingkat nasional.


    Melalui program tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap sekolah tidak hanya mencetak generasi berprestasi, tetapi juga membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Jun 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");