• Jelajahi

    Copyright © WARTA - KOTA DELTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Create a vertical poster design with a formal, modern, and patriotic Indonesian theme for a “Peaceful Village Head Election”. Use dominant red, white, and light blue colors with traditional Indonesian batik ornaments on the left and right borders. Add decorative elements such as red-and-white ribbons, small stars, confetti, and festive accents while maintaining an official government-style appearance. At the top of the poster, place organization logos and the text: “PAGUYUBAN KEPALA DESA INDONESIA (PKDI) KECAMATAN BALONGBENDO BERSAMA FORKOPIMKA BALONGBENDO, KABUPATEN SIDOARJO” Add a bold large 3D-style headline in the center: “SIAP MENSUKSESKAN PEMILIHAN KEPALA DESA DAMAI (PILKADES DAMAI)” In the middle section, show a realistic group photo of 7 officials and community leaders standing in front of a government building, posing with their right hands on their chest. The group should include village heads, police officers, military personnel, and village officials. Use natural lighting and a formal documentary-style composition. At the bottom, add a ribbon/banner with the text: “UNTUK BALONGBENDO YANG AMAN DAN MAJU” Design style: clean and professional Indonesian government organization poster combination of flat illustration and realistic photography symmetrical layout high quality Instagram-friendly sharp details vertical 4:5 ratio.

    Latest Post

    Jelang Musim Hujan Atasi Kawasan Rawan Banjir, Pemkab Sidoarjo Genjot Infrastruktur Pengendali Banjir

    REDAKSI
    4 Nov 2026, 11.19 WIB Last Updated 2026-11-04T04:20:30Z
    Pembangunan dan peningkatan kapasitas rumah pompa di kawasan Jalan Jati, tepatnya di sekitar Lippo Plaza Sidoarjo.


    SIDOARJO – Menghadapi musim hujan yang segera tiba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat pembenahan infrastruktur pengendali banjir di sejumlah kawasan rawan genangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya debit air hujan sekaligus meminimalkan potensi banjir yang selama ini kerap mengganggu aktivitas masyarakat.

    Sejumlah proyek infrastruktur pengendali banjir mulai digenjot, terutama pembangunan dan peningkatan kapasitas rumah pompa di kawasan Sekardangan serta Jalan Jati, tepatnya di sekitar Lippo Plaza Sidoarjo.

    Kawasan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena membutuhkan sistem pengendalian air yang lebih optimal, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah perkotaan Sidoarjo.

    Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah pembangunan rumah pompa di kawasan Sekardangan. Kapasitas pompa di lokasi tersebut ditingkatkan hingga lima kali lipat, dari sebelumnya hanya mampu mengalirkan air sebanyak 50 liter per detik menjadi 250 liter per detik.

    Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mempercepat proses pembuangan air sehingga genangan yang kerap terjadi di kawasan Kelurahan Sidokare dan sekitarnya dapat diminimalkan.

    Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menghadapi musim hujan.

    Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Namun, percepatan tersebut tidak boleh mengorbankan kualitas material maupun konstruksi bangunan.

    "Penanganan banjir harus menjadi perhatian serius. Karena itu, pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus dipercepat agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Tetapi kualitas pekerjaan juga harus tetap dijaga, jangan sampai hanya mengejar target penyelesaian," tegas Subandi kepada wartawan, saat sidak pembangunan rumah pompa berapa hari lalu, dikutip wartakotadelta.com, Rabu (4/11/2026).

    Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak cukup hanya dilakukan dengan membangun rumah pompa. Diperlukan perencanaan dan sistem yang terintegrasi, mulai dari saluran drainase, tempat penampungan air hingga jalur pembuangan menuju sungai.

    Dengan demikian, air hujan yang mengalir dari kawasan permukiman dapat ditampung dan dialirkan secara terkontrol sehingga tidak menimbulkan genangan berkepanjangan.

    Bupati Sidoarjo, H. Subandi beserta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Makhmud saat meninjau pembangunan pompa air

    Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Makhmud, menjelaskan bahwa progres pembangunan rumah pompa Sekardangan saat ini telah mencapai 11 persen.

    Capaian tersebut sedikit melampaui target pengerjaan yang ditetapkan sebesar 10 persen.

    "Progres pembangunan rumah pompa Sekardangan saat ini sudah mencapai 11 persen, sementara target yang ditetapkan sebesar 10 persen. Artinya, pelaksanaan pekerjaan masih berada di atas target yang direncanakan," jelas Makhmud.

    Ia menyebutkan, pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pembangunan plengsengan dan bangunan rumah pompa. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung sistem pengendalian air di kawasan Sidokare dan wilayah sekitarnya.

    Secara teknis, sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut dirancang dengan mengarahkan aliran air dari permukiman menuju bozem atau kolam penampungan air hujan.

    Selanjutnya, air yang tertampung akan dipompa dan dialirkan menuju sungai. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan debit air di kawasan permukiman, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama.

    "Dengan peningkatan kapasitas pompa menjadi 250 liter per detik, kemampuan pembuangan air di kawasan Sekardangan akan jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Harapannya, genangan di Sidokare dan sekitarnya bisa lebih cepat ditangani," ungkapnya.

    Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, kawasan embung Sekardangan juga direncanakan memiliki fungsi tambahan sebagai ruang publik.

    Pemkab Sidoarjo berencana mengembangkan kawasan tersebut agar tidak hanya menjadi tempat penampungan air, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas. Keberadaan ruang publik tersebut diharapkan mampu membuka peluang kegiatan ekonomi baru, termasuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Di sisi lain, upaya pengendalian banjir juga dilakukan dengan mengoptimalkan keberadaan rumah pompa yang sudah tersebar di berbagai wilayah.

    Saat ini, Kabupaten Sidoarjo tercatat memiliki 38 rumah pompa yang ditempatkan di sejumlah titik rawan banjir. Keberadaan puluhan rumah pompa tersebut menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian banjir di wilayah perkotaan maupun kawasan permukiman.

    Pemkab Sidoarjo juga terus melakukan pembenahan jaringan drainase agar aliran air hujan tidak terhambat akibat saluran yang mengalami pendangkalan, penyempitan maupun penyumbatan.

    Kombinasi antara peningkatan kapasitas rumah pompa, pembangunan bozem, normalisasi saluran dan perbaikan drainase diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir secara menyeluruh.

    Dengan percepatan pembangunan dan pembenahan infrastruktur tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap dapat meningkatkan kesiapan menghadapi musim hujan tahun ini.

    Pemerintah daerah pun diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika banjir terjadi, tetapi juga memperkuat langkah antisipasi agar potensi genangan dapat ditekan sejak awal.

    Upaya ini menjadi penting mengingat pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas perkotaan di Sidoarjo terus meningkat, sehingga membutuhkan sistem drainase dan pengendalian air yang semakin memadai.(ADV)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    MEMO CYBER TV

    "); ?&max-results=10'>+
    ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");